Menerima Musibah — Pandangan Islam
MENERIMA MUSIBAH — PANDANGAN ISLAM
Musibah dalam Islam bukan semuanya bermaksud Allah membenci seseorang. Orang beriman diajar melihat musibah dengan pandangan iman, sabar dan ilmu.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
— Surah Az-Zumar: 9
Orang yang berilmu melihat musibah dengan cahaya iman.
Orang yang tidak berilmu mudah melihat semuanya sebagai kebinasaan semata-mata.
Islam Mengajar Melihat Musibah Sebagai:
1. Ujian
Allah menguji keimanan dan kesabaran hamba-Nya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ...
“Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu...”
— Surah Al-Baqarah: 155
2. Peningkatan Darjat
Kadang-kadang seseorang diangkat kedudukannya di sisi Allah melalui sabar ketika diuji.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya besarnya pahala bergantung pada besarnya ujian.”
— Riwayat Tirmizi
3. Pengampunan Dosa
Kesusahan boleh menggugurkan dosa seorang mukmin.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, kesedihan, penyakit atau dukacita melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya.”
— Riwayat al-Bukhari & Muslim
4. Mendapat Pahala
Sabar ketika musibah adalah ibadah.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa hisab.”
— Surah Az-Zumar: 10
5. Allah Menunjukkan Kebesaran-Nya
Kadang-kadang musibah membuat manusia sedar bahawa dirinya lemah dan Allah sahaja Maha Berkuasa.
Apabila manusia terlalu bergantung kepada dunia, Allah datangkan ujian agar hati kembali tunduk kepada-Nya.
6. Allah Memberi Ilmu dan Hikmah
Ramai manusia belajar erti sabar, syukur, tawakal dan kehidupan melalui musibah.
Musibah kadang-kadang membuka pintu ilmu yang tidak diperoleh ketika senang.
7. Sebagai Bala
Ada musibah yang datang sebagai peringatan akibat dosa dan maksiat manusia.
Allah ﷻ berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah zahir kerosakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”
— Surah Ar-Rum: 41
Namun kita tidak boleh sewenang-wenangnya menghukum setiap orang yang diuji sebagai dimurkai Allah.
Kesimpulan
Orang berilmu melihat musibah dengan iman.
Orang yang jahil hanya melihat penderitaan tanpa hikmah.
Sebab itu Allah mengangkat kedudukan ilmu, kerana ilmu mengajar manusia mengenal hikmah Allah di sebalik setiap ketentuan.
Musibah boleh menjadi:
jalan menuju syurga,
penghapus dosa,
peningkat darjat,
atau peringatan untuk kembali kepada Allah.
Yang menentukan nilainya ialah bagaimana seseorang menghadapi musibah tersebut: dengan sabar, reda dan taubat — atau dengan marah dan putus asa.
